RENCANA KERJA TAHUNAN,
RENCANA KERJA JANGKA MENENGAH
(RKT, RKJM)
SERTA
RENCANA KERJA MADRASAH
( RKM )
TAHUN PELAJARAN 2016/2017 – 2019/2020
DI
SUSUN OLEH :
TIM
PENGEMBANG MUTUH MADRASAH
MTs
Tarbiyatussibyan
YAYASAN PENDIDIKAN
TARBIYATUSSIBYAN OGAN ILIR
MTs TARBIYATUSSIBYAN
TAHUN PELAJARAN 2016
RKS ini
telah disahkan dalam Rapat Pleno Sekolah yang dihadiri oleh Kepala Kepala MTs
Tarbiyatussibyan, Guru, Pengurus Komite dan Tokoh Masyarakat, pada:
Hari : Senin
Tanggal : 26 Mei 2017
Jam : 12.00 WIB
Tempat : Ruang Kepala MTs Tarbiaytussibyan
Kecamatan : OGAN ILIR
Kabupaten : OGAN ILIR
OGAN
ILIR, 26 Mei 2017
Ketua Komite,
NAWAWI. MA
|
Kepala Madrasah
Subhan. MA, S.Pd.I
|
Ketua Yayasan Pendidikan
Tarbiyatussibyan Ogan Ilir,
KH. M. Ali Hasan
NIP. ,-
Dengan ini kami mengucap puji syukur
ke hadirat Allah SWT ,karena atas limpahan
rahmat , taufiq, hidayah serta
karunia-Nya, kami MTs dapat menyelesaikan Penyusunan Rencana Kerja Sekolah
( RKS ) dengan lancar dan tanpa hambatan yang berarti.
Rencana Kerja Sekolah ini kami susun secara strategis, realistis untuk jangka
waktu 4 tahun, sehingga diharapkan dapat
digunakan sebagai acuan untuk mencapai tujuan dan cita – cita pemangku kepentingan
di MTS Tarbiaytsusibyan,
dan mudah-mudahan dalam pelaksanaannya tidak ada aral yang berarti dan dapat berjalan dengan baik sehingga dapat mencapai sasaran yang kita harapkan bersama.
Selanjutnya kami mengucapkan terima
kasih kepada Kepala Sekolah, Pengurus KoMTste, Guru dan Murid serta pemangku
kepentingan lainnya atas bantuan peMTskiran, masukan dan saran
yang disampaikan kepada kaMTs sehingga
kaMTs dapat menyelesaikan penyusunan RKS ini tepat pada waktunya.
KaMTs sadari bahwa penyusunan RKS ini
masih jauh dari sempurna, oleh karena
itu kami mohon maaf apabila dalam penyusunan RKS ini terdapat kekurangan dan kehilafan, dan kami terus akan
mengupdate RKS ini setiap tahun , sehingga RKS ini sesuai harapan sekolah dan masyarakat.
Mudah-mudahan Allah SWT senantiasa memberikan kemudahan di
dalam kami merealisasikan dan menjalankan progran empat tahunan ini.
Terima kasih.
OGAN ILIR,
Mei 2017
Tim
Pengembang Sekolah
Penyusun
DAFTAR ISI
LATAR BELAKANG
Penerapan
Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah (MPMBS) sebenarnya merupakan
jawaban dari terhadap semakin
kompleksnya permasalahan yang dihadapi oleh dunia pendidikan sekaligus
menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap dunia pendidikan .
Untuk
mengembalikan keprcayaan masyarakat terhadap dunia pendidikan tersebut, sekolah
diharapkan meMTsliki alternatif dan kebijakan / langkah yang dapat diterima
oleh masyarakat. Segala potensi yang ada di Sekolah dioptimalkan agar menjadi sekolah
yang berprestasi, berdisiplin, berbudaya, dilandasi iman dan taqwa, sesuai
dengan visinya dan kondisi obyektif sekolah. Maka untuk mewujudkan tujuan
pendidikan tersebut perlu dilaksanakan berbagai macam kegiatan yang antara
lain:
1.
Pemantapan pelaksanaan kurikulum untuk memenuhi kebutuhan
orang tua murid.
2.
Peningkatan jumlah jenis dan mutu sebagai peningkatan dan
pemerataan pelayanan pendidikan.
3.
Peningkatan sarana dan prasarana pendidikan sebagai usaha
pelayanan pendidikan yang merata.
4.
Peningkatan mutu pendidikan yang berorientasi pada
peningkatan mutu pembelajaran dan hasil evaluasi belajar (output) serta dapat
bersaing dengan satuan pendidikan lainnya pada jenjang pendidikan selanjutnya
(outcome)
5.
Sebagai kegiatan yang bersifat kemasyarakatan.
Kegiatan – kegiatan tersebut di atas harus ditunjang
dengan pelayanan adMTsnistrasi Sekolah yang terencana, teratur, terarah, dan
berkesinambungan yang dituangkan dalam bentuk rencana kerja sekolah (RKS).
Rencana kerja sekolah ini dimaksudkan agar dapat
dipergunakan sebagai kerangka acuan oleh Kepala Sekolah dalam mengambil kebijakan, disamping itu sebagai pedoman
dalam mencapai keberhasilan pelaksanaan progam belajar mengajar dan adMTsnistrasi
sekolah yang lain, agar pengelola sekolah tidak menyimpang dari prinsip – prinsip
manajemen.
Keberhasilan
perencanaan ini menurut peran serta aktif dari warga sekolah dan dukungan dari
warga masyarakat. Seluruh komponen sekolah harus mempunyai persepsi yang sama
terhadap visi dan Misi sehingga seluruh progam yang dijalankan oleh sekolah
tidak menyimpang dari visi dan MTssi tersebut.
Tujuan RKS
Penyusunan Rencana Pengembangan Sekolah ini bertujuan :
Tujuan Umum
1.
Mengetahui semua potensi sekolah yang ada untuk dapat
diolah dan dikembangkan
2.
Sebagai pedoman operasional dalam mengelola sekolah
selama satu tahun pelajaran dan tahun – tahun berikutnya.
3.
MeMTsliki tolok ukur keberhasilan / ketidak berhasilan
dalam mengelola sekolah selama satu tahun pelajaran.
4.
Mengetahui permasalahan – permasalahan yang timbul di sekolah yang kemudian menjadi hambatan, peluang atau
ancaman pengembangan sekolah
Tujuan Khusus
Agar para pelaksana pendidikan dapat :
1.
Melaksanakan tugas secara tertib, berdaya guna dan
terarah.
2.
Melaksanakan adMTsnistrasi pendidikan secara rapi dan
teratur
3.
Melaksanakan kegiatan belajar mengajar sesuai dengan
kalender pendidikan dan kelender kegiatan Sekolah dengan hasil yang lebih optimal.
Landasan Hukum
Landasan hukum penyusunan RKS ini sebagai berikut :
1.
UU Nomor 20 / 2003 tentang sistem pendidikan nasional
pasal 4 (Pengelolaan dana pendidikan berdasar
pada prinsip keadilan, efisiensi, transparansi dan akuntabilitas publik)
2.
Undang – undang nomor 25 tahun 2004 Tentang sistem
perencanaan Pembanginan Nasional
3.
PP No. 19 / 2005 tentang standar nasional pendidikan
pasal 53 (Setiap satuan pendidikan dikelola atas dasar rencana kerja tahunan yang
merupakan penjabaran rinci dari rencana
kerja jangka menengah satuan pendidikan yang meliputi masa 4 tahun)
4.
Permendiknas 19 / 2007 tentang standar pengelola
pendidikan. Sekolah membuat rencana kerja jangka menengah (RKJM) 4 tahun.
Rencana kerja tahunan (RKT) dinyatakan dalam Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah
(RKA/S) dilaksanakan berdasarkan RKJM. RKJM/T disetujui saat dewan pendidikan
setelah memperhatikan pertimbangan dari koMTste sekolah dan disahkan berlakunya
oleh Dinas Pendidikan Kabupaten / Kota.
5.
Rencana Strategis Departemen Pendidikan Nasional 2010 –
2014.
6.
Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2008 tentang
”Pendanaan Pendidikan”.
7.
Permendiknas Nomor 11 Tahun 2009 tentang ”Kriteria
Penilaian Akreditasi”.
8.
Peraturan Pemerintah No.17 Tahun 2010 tentang
”Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan”.
9.
Peraturan Pemerintah No 66 tentang ”Perubahan atas
Peraturan Pemerintah No.17 Tahun 2010 tentang ”Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Pendidikan”.
Manfaat RKS
RKS penting diMTsliki Sekolah, maka MTS Tarbiaytussibyan Ogan
ilir Kabupaten Ogan ilir menyusun RKS untuk memberi arah dan bimbingan para
pelaku Sekolah dalam rangka menuju perubahan atau tujuan sekolah yang lebih
baik dalam meningkatkan dan mengembangkan sekolah dengan resiko yang kecil dan
untuk mengurangi ketidakpastian masa depan. Dengan adanya RKS diharapkan dapat
dijadikan sebagai :
1.
Pedoman kerja untuk perbaikan dan pengembangan Sekolah.
2.
Sarana untuk melakukan monitoring dan evaluasi
pelaksanaan pengembangan sekolah.
3.
Bahan untuk mengajukan usulan pendanaan pengembangan sekolah.
Proses/Tahapan
Penyusunan RKS
Proses penyusunan RKS dilakukan melalui tiga jenjang,
yaitu : persiapan, perumusan RKS dan pengesahan RKS. Alur penyusunan RKS tersebut dapat dilukiskan sebagai berikut :
|
PERSIAPAN
1. Pembentukan Tim yang terdiri KS, Guru dan Ketua KoMTste
2. Pembekalan RKS
|
|
PERUMUSAN
RKS :
1. Analisis Kondisi Sekolah
2. Perumusan Progam, Sasaran, Indikator Keberhasilan,
Kegiatan dan penanggungjawab
3. Perumusan rencana Biaya dan Pendanaan
|
|
PENGESAHAN
RKS
1. Pengesahan RKS oleh Kepala Sekolah / KoMTste Sekolah
& Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kab................
2.
Sosialisasi RKS
|
Gambar : 1.1 : Alur Penyusunan RKS
Persiapan
Sebelum perumusan RKS dilakukan, Kepala Sekolah membentuk
tim perumus RKS yang beranggotakan Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, Tata
Usaha, Bendahara, Kepala Urusan, seorang guru senior, seorang guru yunior dan
ketua koMTste sekolah. Kemudian Tim ini mengikuti pembekalan mengenai
kebijakan-kebijakan dan perumusan RKS yang difasilitasi oleh MTS
Muhammadiyah 2 Ogan ilir.
Perumusan
RKS
dilakukan melalui 4 tahap, sebagai berikut:
Tahap I : Analisis Kondisi Sekolah
Tujuan tahap I ini adalah untuk mengidentifikasi kondisi
dan kebutuhan MTS Muhammadiyah 2 Ogan ilir yang
tertuang dalam dokumen evaluasi diri sekolah (EDS), Analisis kondisi sekolah
dilakukan melalui langkah – langkah berikut ini :
1.
Merumuskan kekuatan dan kelemahan MTS Muhammadiyah
2 Ogan ilir
2.
Merumuskan rekomendasi yang tertuang dalam
standar-standar SPM dan SNP
Tahap II : Penyusunan Sasaran dan
Indikator Kinerja
Dalam penyusunan sasaran dan indikator kinerja yang perlu
dilakukan, yaitu:
1.
Merumuskan sasaran berdasarkan skala prioritas rumusan
rekomendasi yang terdapat dalam analisis kondisi sekolah.
2.
Merumuskan Indikator keberhasilan/kinerja yang menjadi
tolok ukur pencapaian harapan seperti yang tertuang dalam standar-standar SPM
dan SNP
Tahap III : Merumuskan Kegiatan dan
Jadwal Kegiatan
Dalam penyusunan kegiatan, penanggungjawab dan jadwal
kegiatan yang perlu dilakukan, yaitu:
1.
Merumuskan kegiatan dan menetapkan penanggung jawab
progam
2.
Menetapkan jadwal kegiatan yang akan menjadi pedoman
implementasi kegiatan
Tahap IV : Penyusunan Rencana Biaya
dan Pendanaan
Pada tahap ini ditetapkan jenis dan banyaknya dana yang
dibutuhkan, perkiraan jenis dan jumlah sumber pendanaan, aturan – aturan dari
sumber pendanaan dan alokasi jenis dan sumber pendanaan untuk setiap jenis
kebutuhan dana
Pengesahan
RKS
Setelah RKS selesai disusun oleh Tim, RKS dibahas bersama oleh Kepala Sekolah,
semua guru dan koMTste Sekolah untuk dikaji ulang agar RKS yang telah disusun
sesuai dengan yang diharapkan. Selanjutnya RKS yang telah dikaji ulang dan
diperbaiki disahkan oleh Kepala Sekolah, KoMTste Sekolah dan Kepala Dinas
Pendidikan Kabupaten Ogan ilir Akhirnya, RKS yang telah disahkan, disosialisasikan
kepada para pemangku kepentingan di MTS Muhammadiyah 2 Ogan ilir.
MTS Tarbiyatussibyan 2 Ogan
ilir, sebagai lembaga pendidikan mengemban amanat untuk mencapai dan mendukung
Visi dan MTssi Pendidikan Nasional serta pendidikan di daerah masing – masing.
Oleh karna itu MTS Tarbiayatussibysn Ogan
ilir perlu memiliki Visi dan Missi Sekolah yang dapat
dijadikan arah kebijakan dalam mencapai tujuan pendidikan yang dicita-citakan. Berikut
ini dikemukakan Visi dan Missi Satuan Penddikan MTS tarbiyatussibyan.
Visi
“Menbangu
Madrasah dan Warga Madrasah yang maju berkualitas dan Islami”.
Indikator :
Þ
Secara
penampilan (performance) menampakkan sebagai sekolah yang bersih, rapi,
indah dan terkesan modern.
Þ
Menjadi
pusat pembinaan dan pemantapan aqidah, ibadah dan akhlaq mulia, serta
penguasaan ilmu pengetahuan, bahasa, keterampilan dan seni bagi siswa MTS
Tarbiyatussibyan
Þ
Menjadi
pusat pengembangan komponen kecakapan hidup (life skill) seluruh siswa MTs
Tarbiyatussibyan
Þ
Mempunyai
prestasi akademik (kejuaraan dalam mata pelajaran dan karya ilmiah) dan non
akademik (olahraga, kesenian dan lain-lain).
Misi
Berdasarkan
visi dan indikator visi di atas, maka MTs Pendidikan di MTS TARBIYATUSSIBYAN dapat dirumuskan sebagai berikut :
Þ
Menanamkan
pendidikan dasar agama Islam yang yakin dan mantap.
Indikator Keberhasilan Siswa
a. Adanya perubahan perilaku siswa dalam
keseharian (perilaku shalat, sikap terhadap guru, orangtua dan lingkungan
keluarga).
b. Dalam kegiatan-kegiatan akadeMTsk
siswa mampu meraih prestasi sebagai hasil dari pembinaan.
c.
Mempunyai
kemampuan untuk berpikir logis, kritis, kreatif dan mandiri dalam kehidupan
sehari-hari sesuai dengan perkembangan usianya.
d. MeMTsliki bekal keterampilan dasar
yang dapat dikembangkan sebagai pengembangan diri di masa mendatang.
e. Alumni dapat terserap di sekolah-sekolah
favorit yang diinginkan.
3.1 Standar Isi
Pada standar
isi, MTS Muhammadiyah 2 Ogan ilir terdapat beberapa indikator kunci atau
indikator capaian (indikator esensi) yang menjadi kekuatan yaitu :
-
Sekolah kaMTs telah meMTsliki KTSP yang terdiri atas
Dokumen 1 dan Dokumen 2 lengkap (silabus dan RPP semua mata pelajaran) termasuk
muatan lokal
-
Sekolah kaMTs telah meMTsliki kurikulum yang disahkan
oleh Pejabat Dinas Pendidikan Nasional/ Kementerian Agama
Kabupaten/Kota/Provinsi
-
Sekolah kaMTs telah meMTsliki kurikulum yang berdasarkan
7 prinsip pengembangan kurikulum, yaitu:
Þ Berpusat
pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan
lingkungannya.
Þ Beragam
dan terpadu.
Þ Tanggap
terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
Þ Relevan
dengan kebutuhan kehidupan.
Þ Menyeluruh
dan berkesinambungan.
Þ Belajar
sepanjang hayat.
Þ Seimbang
antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah
-
Sekolah kaMTs telah mengembangkan kurikulum berdasarkan 7
prinsip pelaksanaan kurikulum yaitu:
Þ Didasarkan
pada potensi, perkembangan dan kondisi peserta didik untuk menguasai kompetensi
Þ Menegakkan
kelima pilar belajar
Þ Peserta
didik mendapat pelayanan yang bersifat perbaikan, pengayaan, dan percepatan
sesuai dengan potensi, tahap perkembangan, dan kondisi peserta didik
Þ dilaksanakan
dalam hubungan yang saling menerima dan menghargai, akrab, terbuka, dan hangat,
Þ Menggunakan
pendekatan multistrategi dan multimedia, sumber belajar dan teknologi dan memanfaatkan lingkungan
Þ Mendayagunakan
kondisi alam, sosial dan budaya serta kekayaan daerah
Þ Keseimbangan,
keterkaitan, dan kesinambungan yang cocok dan memadai antarkelas dan jenis
serta jenjang pendidikan
-
Sekolah kaMTs telah meMTsliki kurikulum yang memuat 5
kelompok mata pelajaran yaitu (agama dan akhlak mulia; Kewarganegaraan dan
Kepribadian; Ilmu Pengetahuan dan Tehnologi; estetika; dan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan)
-
Sekolah kaMTs telah meMTsliki kurikulum yang memuat 13
mata pelajaran (untuk SMA) 10 mata pelajaran (untuk SMP) atau 8 mata pelajaran (untuk
MTS), muatan lokal, pengembangan diri
-
Sekolah kaMTs telah menyusun kurikulum yang memuat beban
belajar, Kriteria Ketuntasan MTsnimal (KKM) 75% untuk tiap mata pelajararan
tiap jenjang, dan kalender pendidikan melalui rapat dewan guru.
-
Sekolah kaMTs telah menentukan Kriteria Ketuntasan MTsnimal
(KKM) dengan memperhatikan unsur: (1) karakteristik siswa/Intake siswa, (2) karakteristik
mata pelajaran/kompleksitas, dan (3) kondisi sekolah/madrasah/
daya dukung.
-
Sekolah kaMTs telah
meMTsliki kalender pendidikan yang memuat pengaturan waktu untuk
kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran: (1) awal tahun
pelajaran, (2) MTsnggu efektif, (3) pembelajaran efektif, dan (4) hari libur
-
Sekolah kaMTs telah mengembangkan kurikulum dan
disesuaikan setiap tahun.
-
Sekolah kaMTs telah mengembangkan kurikulum muatan lokal disesuaikan dengan
beberapa hal yaitu:
Þ kebutuhan
karakter daerah,
Þ kebutuhan
sosial masyarakat,
Þ kondisi
budaya,
Þ usia
peserta didik
Þ kebutuhan
pembelajaran
Þ mengembangkan
potensi local
Þ daya
saing internasional
-
Sekolah kaMTs telah mengembangkan mulok yang disusun
berdasarkan kebutuhan daerah, kondisi budaya, usia peserta didik dan kebutuhan
pembelajaran
-
Sekolah kaMTs telah meMTsliki program muatan lokal yang
mencakup jenis program dan strategi pelaksanaan (latar belakang, tujuan, ruang
lingkup, arah pengembangan, SK/KD, silabus dan RPP)
-
Sekolah kaMTs telah mengalokasikan waktu yang memadai
untuk setiap mata pelajaran, muatan lokal dan pengembangan diri sesuai struktur
kurikulum, yaitu :
Þ Penambahan
jam maksimal 4 jam pelajaran
Þ Tiap jam
pelajaran 35 menit (MTS)
Þ Muatan
lokal 2 jam pelajaran
Þ Pengembangan
diri setara 2 jam pelajaran
Þ MTsnggu
efektif (34-38) per tahun
-
Sekolah kaMTs telah melaksanakan program remedial bagi
peserta didik yang belum mencapai ketuntasan
-
Sekolah kaMTs telah melaksanakan program pengayaan bagi
peserta didik yang tuntas untuk pengembangan lanjutan
-
Sekolah kaMTs telah melaksanakan program remedial dan
pengayaan yang diberikan oleh guru mata pelajaran yang bersangkutan
-
Sekolah kaMTs telah melaksanakan program remedial dan
pengayaan yang sistematis untuk setiap peserta didik sebelum melanjutkan ke
pembelajaran berikutnya
-
Sekolah kaMTs telah memberikan layanan bimbingan dan
konseling secara terprogram untuk memenuhi kebutuhan pengembangan pribadi
peserta didik
-
Sekolah kaMTs telah memberikan layanan bimbingan dan
konseling kepada semua peserta didik
-
Sekolah kaMTs telah memberikan layanan bimbingan dan
konseling secara berkesinambungan sesuai kebutuhan peserta didik melalui
Perencanaan, Pelaksanaan, Evaluasi, dan Tindak lanjut
-
Sekolah kaMTs telah menyediakan layanan dan bimbingan
secara teratur serta berkesinambungan untuk memenuhi kebutuhan pengembangan
pribadi setiap peserta didik, baik yang terprogram, maupun berdasarkan kasus
perkasus sesuai kebutuhan peserta didik.
-
Sekolah kaMTs telah menyediakan berbagai jenis kegiatan
ekstrakurikuler yang disesuaikan dengan MTsnat, bakat, jenis kelaMTsn dan
tingkat perkembangan (usia) peserta didik serta budaya setempat
-
Sekolah kaMTs telah melaksanakan peMTslihan kegiatan
ekstrakurikuler yang didasarkan pada MTsnat
sebagian besar peserta didik
-
Sekolah kaMTs telah melaksanakan kegiatan ekstra
kurikuler diorganisasikan / diprogram melalui perencanaan, pelaksanaan,
evaluasi dan tindak lanjut
-
Sekolah kaMTs telah melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler
berdasarkan jadwal yang telah diprogramkan
-
Sekolah kaMTs telah menyediakan berbagai jenis kegiatan
esktrakurikuler yang disesuaikan dengan bakat, MTsnat, dan potensi setiap
peserta didik serta melibatkan masyarakat dalam pengembangan
ekstrakurikulernya.
Dan juga
terdapat beberapa indikator kunci atau indikator capaian (indikator esensi)
yang menjadi kelemahan dalam standar isi yaitu:
-
Sekolah kaMTs belum meMTsliki tim pengembang kurikulum
yang dikuatkan dengan SK Kepala Sekolah
-
Sekolah kaMTs belum melakukan penyusunan kurikulum muatan
lokal dan kurikulum berbasis pendidikan karakter dengan melibatkan pengawas,
kepala Sekolah/madrasah, pendidik, tenaga kependidikan, dan koMTste Sekolah/madrasah,
penyelenggara lembaga pendidikan, dinas pendidikan/kankemenag, instansi terkait
daerah
-
Sekolah kaMTs belum mengalokasi waktu penambahan 4 jam pelajaran dari struktur kurikulum dalam
standar isi
-
Sekolah kaMTs belum mensosialisasikan kurikulum kepada
semua warga Sekolah
3.2 Standar Proses
Pada standar
proses, MTS Muhammadiyah 2 Ogan ilir terdapat
beberapa indikator kunci atau indikator capaian (indikator esensi) yang
menjadi kekuatan yaitu :
- Sekolah kaMTs telah meMTsliki silabus untuk semua mata pelajaran dan muatan lokal
- Sekolah kaMTs telah mengembangkan silabus berdasar:
SI, SKL, Panduan KTSP, budaya dan karakter bangsa
- Sekolah kaMTs telah merumuskan muatan komponen dalam
silabus sebagai acuan pengembangan dalam RPP terdiri dari: Identitas mata
pelajaran, SK, KD , Indikator pencapaian kompetensi, materi ajar, kegiatan
pembelajaran yang memuat pendidikan
budaya dan karakter, penilaian hasil belajar
yang memuat pendidikan budaya dan
karakter, alokasi waktu, dan sumber belajar
- Sekolah kaMTs telah menyusun muatan kurikulum
menggunakan standar lembaga/Sekolah unggulan negara maju
- Sekolah kaMTs telah mengupayakan pengembangan silabus secara berkelanjutan dan
berdampak (berpengaruh) pada peningkatan mutu peserta didik
- Sekolah kaMTs telah mereview silabus secara berkala
oleh ahli bidang pembelajaran untuk memastikan dampaknya terhadap hasil belajar
peserta didik
- RPP di Sekolah kaMTs telah dibuat dan direview oleh
guru secara mandiri
- Sekolah kaMTs telah meyusun RPP berdasarkan prinsip-prinsip penyusunan RPP
- Dokumen setiap RPP di Sekolah kaMTs telah mencakup 11
komponen pelajaran
- RPP di Sekolah kaMTs telah direview secara berkala
oleh ahli di bidang pembelajaran untuk memastikan dampaknya terhadap hasil
belajar peserta didik
- Penyusunan RPP di Sekolah kaMTs telah memperhatikan /mempertimbangkan karakteristik
sebagai berikut:
- Sekolah kaMTs telah menyediakan beberapa buku dan
sumber belajar lainnya yang cukup dipergunakan selama pelajaran berlangsung.
- Sekolah kaMTs telah menyediakan beberapa buku dan
sumber belajar lainnya dengan mudah untuk dipinjam dan dipakai di luar Sekolah
dalam kurun waktu tidak lebih dari satu MTsnggu dan dapat diperpanjang.
- Sekolah kaMTs telah menyediakan Buku Sekolah
Elektronik (BSE) atau buku yang sesuai dengan kurikulum yang ditetapkan oleh
pemerintah dan dapat diakses dengan mudah oleh peserta didik.
- semua guru di Sekolah kaMTs telah menggunakan berbagai
sumber belajar yang relevan dan bervariasi
- Sekolah kaMTs telah melakukan prosedur peMTslihan
bahan ajar/panduan pelajaran
- Sekolah kaMTs telah melaksanakan pemanfaatan sumber
belajar
- Semua guru di Sekolah kaMTs telah melaksanakan proses
pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran
- Semua guru di Sekolah kaMTs telah melaksanakan
kegiatan pendahuluan pembelajaran
- Semua guru di Sekolah kaMTs telah melaksanakan
kegiatan inti pembelajaran
- semua guru di Sekolah kaMTs telah memberikan
kesempatan kepada peserta didik untuk melakukan
konfirmasi
- Sekolah kaMTs telah melakukan supervisi dan evaluasi
proses pembelajaran
- Supervisi proses pembelajaran di sekolah kaMTs telah
dilakukan oleh Kepala Sekolah dengan melakukan kunjungan kelas serta melakukan
tindak lanjut dengan cara pemberian contoh, diskusi, pelatihan, dan konsultasi
- Evaluasi terhadap guru dalam proses pembelajaran di Sekolah
kaMTs telah dilakukan oleh kepala sekolah dengan memperhatikan 4 aspek, yaitu:
(1) persiapan, (2) pelaksanaan, (3) evaluasi pembelajaran, dan (4) rencana
tindak lanjut.
- Kepala sekolah kaMTs telah melakukan tindak lanjut
terhadap hasil pengawasan proses pembelajaran.
- Sekolah kaMTs telah meMTsliki daftar hadir para
supervisor baik kepala Sekolah maupun pengawas secara lengkap
- Sekolah kaMTs telah meMTsliki beberapa catatan yang
berisi hasil pembinaan, feed back, dll
Dan juga
terdapat beberapa indikator kunci atau indikator capaian (indikator esensi)
yang menjadi kelemahan dalam standar proses yaitu:
- Sekolah kaMTs belum mengembangkan silabus berdasar
situasi dan kondisi Sekolah, serta tuntutan global,
- Sekolah kaMTs belum mengembangkan silabus yang
dilakukan dengan:
- Belum semua guru di Sekolah kaMTs mengadopsi dan atau
mengadaptasi silabus lembaga/Sekolah unggulan di negara maju
- Setiap mata pelajaran di sekolah kaMTs belum meMTsliki
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan mengintegrasikan pendidikan
karakter yang dijabarkan dari silabus.
- Sekolah kaMTs belum menyediakan sumber belajar
- Belum Semua guru di Sekolah kaMTs melaksanakan
kegiatan penutup pembelajaran dengan cara :
- Belum semua guru di Sekolah kaMTs memberikan
kesempatan kepada peserta didik untuk melakukan eksplorasi
- Belum semua guru di Sekolah kaMTs memberikan
kesempatan kepada peserta didik unutk melakukan elaborasi
- Program supervisi di Sekolah kaMTs belum terjadwal
dengan baik dan dilakukan supervisi klinis
3.3 Standar Kopetensi Lulusan
Pada standar
kopetensi lulusan, MTS Muhammadiyah 2 Ogan ilir terdapat
beberapa indikator kunci atau indikator capaian (indikator esensi) yang
menjadi kekuatan yaitu:
- Hasil belajar peserta didik tiap mata pelajaran di Sekolah
kaMTs telah melampui KKM standar MTsnimal nasional (75)
- Nilai rata-rata setiap mata pelajaran untuk setiap
kelas di Sekolah kaMTs telah menunjukkan adanya kenaikan
- Nilai rata-rata setiap mata pelajaran di Sekolah kaMTs
telah direkap dan tidak ada yang menurun
- Hasil lulusan ujian di Sekolah kaMTs telah mencapai
keberhasilan 100 % untuk setiap tahunnya
- semua peserta didik di Sekolah kaMTs telah aktif
mengikuti pembelajaran di kelas
- semua tugas pelajaran di Sekolah kaMTs telah
dikerjakan dengan baik oleh peserta didik
- Hasil pembelajaran di Sekolah kaMTs telah mengalaMTs
kemajuan dari tahun ke tahun
- Peserta didik di Sekolah kaMTs telah terlibat dalam
memperoleh pengalaman belajar melalui program pembiasaan untuk mencari
informasi/pengetahuan lebih lanjut dari berbagai sumber belajar.
- Kegiatan ekstrakurikuler peserta didik di Sekolah kaMTs
telah menunjukkan prestasi yang baik
- Peserta didik di Sekolah kaMTs telah memperoleh
pengalaman belajar untuk meMTsliki kemampuan berpikir logis, kritis, kreatif,
dan inovtif dalam pengambilan keputusan
- Peserta didik di Sekolah kaMTs telah aktif mengikuti semua kegiatan pelajaran di kelas,
ekstra kurikuler, organisasi osis, dan aktif mengerjakan tugas.
- Peserta didik di Sekolah kaMTs telah bertanggungjawab
dan aktif mengikuti perlombaan dan kompetisi mewakili Sekolah.
- Prestasi yang diperoleh peserta didik di Sekolah kaMTs
telah konsisten.
- Peserta didik di Sekolah kaMTs telah meMTsliki MTsnat
mengikuti kegiatan ekstra kurikuler
- Peserta didik di Sekolah kaMTs telah mengembangkan
kepribadian peserta didik
- Peserta didik di Sekolah kaMTs telah mengembangkan
kemampuan tentang lingkungan hidup